Menampilkan Kimya Dawson dan band-nya, Antsy Pants dan The Moldy Peaches, soundtrack Juno akhirnya dirilis pada awal 2008, sementara premiere filmnya sendiri sudah terbit sejak September 2007. Drama yang cocok dikategorikan sebagai drama remaja dan keluarga sekaligus komedi ringan ini banyak mendapat apresiasi positif, dan album soundtracknya dianggap sebagai soundtrack nomor 1 setelah Dreamgirls dan soundtrack terbaik versi 20th Century Fox’s setelah Titanic. Saya pernah mengomentari film ini di blog saya yang lain.
Secara simple, kesan yang muncul dari album kompilasi ini adalah : mengalir, tanpa beban, dan nggak ngoyo. Dari sisi penggarapan, sebagian besar tracknya berformat akustik tanpa efek, dan bahkan kadang seolah-olah menjadi asal-asalan. Teman saya yang secara tak sengaja ikut mendengar salah satu tracknya langsung berkomentar “lagunya sapa to? Kok wagu”, wahahaha… karena dia hanya mendengar sekilas dan tanpa menyimak. Memang, formatnya tidak mengikuti arus, tapi unik, seperti halnya filmnya yang digarap dengan apik dalam hal penokohan dan dialog.
Nuansa yang terasa dalam keseluruhan kompilasi ini adalah plain pop berbalut musik klasik dan sedikit berbau country. Teknik vokal yang dipakai tidak neko-neko (standar banget), mungkin sesuatu yang disebut falseto, vibrasi, tidak akan ditemukan dalam album ini (wuahaha, maaf yah, awam dalam hal olah vokal), tapi dari sisi tema memang sangat patut dijempolin, 4 thumbs up dari saya.
Album ini tidak mengedepankan skill yang njelimet, tapi penempatan sesuatu pada letak yang seharusnya. Sebagai contoh, coba simak “Dearest” dari Buddy Holly. Musiknya simple sekali, hanya diiringi gitar bolong dan teknik vokal sederhana yang tentunya dilengkapi dengan penghayatan yang cukup. Yang agak berat sedikit adalah “Sea of Love” dari Cat Power. Meskipun begitu, kesederhanaannya tentu saja masih dipertahankan, diwakili dengan instrumen dasar gitar bolong dan vokal tunggal tanpa latar, kesan nyantai masih tetap mudah anda dapatkan dari track ini.
Loose Lips dari Kanye Dawson malah sekilas mirip seseorang yang sedang ngomel dan diiringi gitar (semacam bagian rapp dalam musik-musik RnB masa kini), tapi itulah salah satu bagian “aneh” yang menarik dari album ini..
Dan tentu saja yang tak boleh anda lewatkan adalah “Anyone Else But You” yang dinyanyikan duet oleh The Moldy Peaches. Anda yang piawai dalam olah vokal kemungkinan akan menganggap track ini sebagai track yang paling ngawur, khususnya dilihat dari cara nyanyinya, tapi saya justru merasakan ekspresi yang polos dan mengalir dari lirik dan penghayatan lagu ini. Sebagai track terakhir yang mewakili subtema happy-ending dari kisah si cewek antik Juno dan Bleek pria idamannya, track ini benar-benar cocok.
Jangan barharap anda akan menemukan pengalaman yang heboh dalam kompilasi ini, khususnya dalam hal skill atau teknik recording / mixing. Boro-boro, tak akan ada hingar bingar atau kemewahan aransemen, karena anda akan mendapatkan kesan sunyi dan miskin eksplorasi, khususnya teknik permainan alat musik khas band-band rock atau alternatif. Tapi jika anda menginginkan sesuatu yang berbeda dan lebih manusiawi dan membumi, anda tak akan rugi, pastilah anda akan menemukan hal yang tak biasa, dan jangan-jangan malah akan menimbulkan inspirasi baru..
Terakhir, tentu saja saya merekomendasikan anda untuk menonton filmnya, yah, tak pernah ada kata terlambat untuk apresiasi, terutama untuk karya seapik karya arahan Jason Reitman ini.
Selamat berapresiasi.
